Organisasi Profesi Guru

Presiden Jokowi memberi hormat kepada Guru-Guru se Indonesia.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Wednesday, January 22, 2020

Igi, tidak sekedar organisasi profesi

Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....Organiasai ini memang banyak....

Kenapa harus masuk IGI ?

Alasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igiAlasaman masuk igi

Leadership dalam bekerja

Kepemimpinan menjadi bagian tak terpisahkan disebuah perusahaan. Perusahaan wajib memiliki pemimpin. Pemimpinnya harus memiliki jiwa kepemimpinan. Bila ada kekosongan pemimpin mengakibatkan perusahaan tanpa arah jelas dan bisa kolaps. Ibarat anak ayam ditinggak induknya, bingung mencari kehidupan. Bergerak sendiri. Bertindak semau gue. Kadang malah berantem satu sama lain. Celakanya, berebut jadi pemimpin dengan menghalalkan segala cara. Pemimpin harus ada dalam institusi besar mapun kecil. Dalam keluarga, ada kepala keluarga. Desa ada kepala desa, kabupaten dipimpin bupati, gubernur memimpin provinsi dan negara dipimpin kepala negara atau presiden atau perdana menteri. Bahkan dalam sebuah perjalanan dianjurkan untuk ditunjuk seorang pemimpin. Dan kita wajib patuh kepada pemimpin asalkan tidak melanggar rambu-rambu agama. Bahkan diri ini. Setiap insan manusia merupakan pemimpin bagi diri kita sendiri dan akan diminta pertanggung jawaban terhadap sikap dan prilaku kita hidup di dunia ini. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam hadisnya : “Setiap kamu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggung jawabannya terhadap apa yang dipimpinnya” (Alhadist). Pemimipin dalam keluarga adalah suami. Suami juga seorang ayah. Imam bagi anak dan istrinya. Sebagai seorang pemimpin keluarga, suami mempunyai tanggung jawab yang besar. Mulai tanggung jawab dunia sampai tanggung jawab akhirat. Tanggung jawab dunia juga bernilai akherat dalam kacamata agama. Misalnya pendidikan dan teladan. Pemimpin dalam dunia kerja memegang peranan penting dalam kemajuan perusahaan. Para pakar, akademisi, praktisi dan motivator banyak memberikan definisi, syarat, karakteristik dan hal lainnya yang berhubungan dengan pemimpin. Agama juga memberikan definisi, syarat dan karakteristik kepemimpinan dalam agama Islam. Agama memberikan rambu-rambu yang jelas dan tegas. Jelas tanpa keraguan, tegas tidak bisa dibantah oleh orang beriman. Sami’na waato’na. Pemimpin berbeda pengertian dengan kepemimpinan (leadership). Pemimpin bisa dipilih atau ditunjuk bahkan ada yang beli jabatan pemimpin. Kepemimpinan merupakan kegiatan inti pengarah dalam kebijakan dan prilaku dalam organisasi baik formal maupun non formal. Banyak pemimpinan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Otoriter dalam tindakannya. Kaku dalam bersikap. Kasar dalam berkata. Kerjanya semau gue! Ini kan perusahaan gue, lu kan bawahan. Itu biasanya statement atau perkataan pimpinan yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan. Kepemimpinan dalam dunia kerja meliputi berbagai kegiatan : pertama, kegiatan yang melibatkan orang banyak dalam organisasi, situasi dan lingkungan kerja. Dalam perusahaan pasti ada organisasi yang menjalankan perusahaan. Organisasi kerja diisi oleh orang-orang yang kompeten dibidangnya. Walaupun kadang diisi oleh yang sama sekali ahli dengan posisi yang ditempatinya. Pekerja atau buruh sebagai pelaksana dilapangan. Pekerja pabrik jumlahnya ratusan bahkan ribuan. Sekelompok pekerja dipimpin oleh kepala regu. Kepala regu mempunyai atasan dan seterusnya sampai pada jajaran direksi. Semua level pimpinan dalam dunia mempunyai iklim dan kondisi kerja berbeda. Baik kewenangan maupun tanggung jawabnya. Kondisi dan lingkungan kerja harus diciptakan kondusif agar pekerja dapat bekerja dengan baik dan sehingga produktifitas meningkat. Ini tugas pimpinan disetiap level jabatan. Semakin tinggi jabatan maka semakin tinggi pula wewenang dan tanggung jawabnya. Tidak hanya kondisi dan lingkungan kerja yang harus kondusif, pimpinan perusahaan juga wajib dan harus memikirkan nasib dan kesejahteraan pekerja. Pekerja sejahtera maka dia merasa puas dengan pekerjaanya dan tentunya betah dan kerasan dimana ia bekerja. Kedua, bagi-bagi kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab. Kepemimpinan harus mampu membagi kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab dalam dunia kerja sesuai dengan struktur organisasi. Kekuasan menentukan power pimpinan untuk bertindak tegas dalam mensikapi masalah. Wewenang merupakan kekuasaan untuk membuat keputusan dalam membuat kebijakan perusahaan. Setiap pimpinan mempunyai wewenang yang berbeda, bergantung level kepemimpinannya. Sedangkan tanggung jawab menanggung semua tugas yang diberikan kepadanya termasuk tanggung jawab kepada bawahan. Pembagian kekuasaan, wewenang dan tanggung jawab harus dibagi agar kita tidak one man show dengan mengedepankan kompetensi bukan kedekatan pribadi. Pembagian dilakukan kepada orang yang ahli dibidangnya. Ketiga, perencanaan program kegiatan dalam menentukan visi dan misi untuk mencapai target dan tujuan perusahaan. Ini ciri pemimpin visioner. Pemimpin visioner tidak berfikir jangka pendek. Berfikir jauh kedepan. Agar tujuan dan target tercapai. Jiwa kepemimpinan tidak bisa dipelajari dengan instan. Butuh waktu dan tempaan pengalaman. Tak sedikit pemimpin muda yang gagal menjadi pemimpin sebuah daerah karena tidak mempunyai jiwa kepemimpinan. Kalau tidak korupsi ya penyalahgunaan wewenang. Biasanya pemimpin yang tersangkut korupsi memang tidak mempunyai kompetensi kepemimpinan. Hanya terpilih secara politis. Memimpin dirinya saja belum bisa apalagi memimpin orang lain. Pemimpin yang korupsi, otoriter, egois jumlahnya banyak. Namun pemimpin sukses juga tak sedikit. Kita kenal Umar Bin Abdul Aziz, Jamaluddin Al Afgani dan lain-lain. Semoga kita ditakdirkan menjadi pemimpin sukses.